Rabu, 31 Oktober 2012

Akuntansi Perbankan DEFINISI AKUNTANSI Akuntansi diartikan sebagai seni pencatatan, pengklasifikasian dan peng ikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil dari pencatatan tersebut. TUJUAN LAPORAN BANK Tujuan adanya laporan keuangan adalah Memberikan informasi keuangan yang dapat: Dipercaya mengenai posisi keuangan perusahan. Dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Membantu oihak yag berkepentingan untuk menilai atau menginterpretasikan kondisi dan potensi perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan. Bentuk laporan yang dihasilkan dalam perusahaan termasuk bank terdiri dari: 1. Laporan neraca 2. laporan perhitungan laba rugi 3. Laporan perubahan posisi keuangan Bagi bank ada laporan tambahan untuk menyimpan data yang belum mempengaruhi neraca, namun sudah harus diperhitungkan oleh pihak Bank, yaitu: Laporan Rekening Administrasi PROSES AKUNTANSI BANK Pengertian, Definisi dan Persamaan Akuntansi Akuntansi merupakan bentuk penyajian informasi yang berasal dari transaksi dan hasilnya (output) adalah laporan keuangan. Ditilik dari manfaat akuntansi ada dua kepentingan yaitu kepentingan internal dan kepentingan eksternal. Terdiri dari beberapa tahap penyelesaian, yaitu: 1. jurnal umum 2. buku besar 3. neraca saldo 4. penyesuaian dan kertas kerja 5. laporan laba rugi 6. neraca 7. laporan perubahan keuangan 8. penutupan buku Penjelasan Laporan Keuangan Neraca merupakan salah satu hasil proses akuntansi yang menunjukkan posisi dari komposisi kekayaan, kewajiban serta modal perusahaan. Pengertian akuntansi meliputi pengertian yang mencakup proses akuntansi yang tidak dapat dilakukan tanpa keruntutan proses. Produk akuntansi berupa laporan keuangan meliputi dua laporan yaitu neraca/balance sheet dan laporan rugi-laba atau loss and income statement. Dari kedua laporan tersebut dapat disusun laporan perubahan modal secara periodik. Untuk balance sheet menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan perkiraan riil antara lain asset yang terdiri dari current assets, fixed assets, dan liabilities serta capital. Sedangkan laporan rugi-laba disusun secara periodik yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan pendapatan, harga pokok penjualan, biaya pemasaran, biaya umum dan pendapatan bersih. Neraca atau balance sheet merupakan laporan keuangan yang dibuat secara berkala dan menunjukkan posisi keuangan yaitu keadaaan harta, utang dan modal pada suatu periodik. Judul neraca menyebutkan nama perusahaan, perkataan neraca, dan tanggal neraca. Dua bentuk neraca menunjukkan bagaimana modal akhir dihitung, yaitu dengan memperhatikan modal awal, tambahan modal, laba (rugi) bersih dan pengambilan untuk pribadi (prive). Neraca secara garis besar terdiri dari pengembangan sistem pencatatan persamaan- akuntansi atau biasa disebut accounting equations. Berkembangnya sistem pencatatan ini jika kita kaitkan pada waktu mempelajari dasar-dasar akuntansi maka data trial balance yang berisi data-data perkiraan riil merupakan bahan dasar disusunnya neraca. Tingkat pemahaman selanjutnya yang harus dikembangkan dan didalami adalah pemahaman tentang latar belakang masing-masing komponen dan unsur neraca termasuk dalam atau bernaung pada heading yang sama. Penempatan komponen dan unsur-unsur yang sama yang tidak tepat akan berakibat fatal. Kefatalan itu antara lain: neraca tidak menjadi informatif, susunan yang dihasilkan tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan prinsip-prinsip penulisan neraca, pihak-pihak yang berkepentingan tidak dapat memanfaafkan pendalaman pada neraca. Begitu pula pemahaman pada bagian modul berikutnya yaitu modul 2 tentang materi pokok laporan keuangan income statement. Menempatkan secara tepat unsur-unsur neraca pada headings yang tepat berarti melaksanakan prinsip-prinsip penulisan laporan keuangan neraca. Hasil yang didapat bahwa neraca dapat digunakan sebagaimana mestinya. Penyusunan neraca yang benar akan dapat dimanfaatkan untuk bahan pengambilan keputusan pimpinan, pemegang saham. Jurnal Jurnal merupakan suatu basis pencatatan dan mampu menjadi sumber informasi keuangan untuk langkah-langkah proses akuntansi maupun untuk di-jadikan bahan sumber informasi apabila terjadi kesalahan-kesalahan di belakang hari menyangkut segala informasi akuntansi. Siklus Akuntansi Setelah proses pencatatan maka langkah selanjutnya dalam penyelesaian pekerjaan siklus akuntansi yang nantinya menghasilkan laporan keuangan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Buku Besar Buku besar merupakan himpunan dari seluruh perkiraan atau rekening yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi yang timbul dalam perusahaan. Data dalam buku besar bisa dilakukan koreksi silang dengan jurnal selain hal tersebut data dari himpunan perkiraan buku besar merupakan sumber informasi yang paling pokok untuk mengetahui perkiraan-perkiraan riil maupun nominal yang ditimbulkan maupun selama satu periode. Saldo-saldo perkiraan buku besar tersebut merupakan bahan penyusunan neraca saldo atau Trial Balance. Langkah-langkah : 1. Menyusun Neraca Saldo, yaitu mengikhtisarikan saldo debit atau kredit rekening- 2. menyusun data-data untuk adjusting, yaitu mengumpulkan dan memper- 3.Neraca Lajur, yaitu melakukan penyesuaian data-data dalam neraca saldo dengan 4. Menyusun Laporan Keuangan, yaitu melalui data-data yang terdapat di dalam 5.Menyediakan dan menutup rekening-rekening, yaitu mencatat pos-pos 6.Menyesuaikan kembali Neraca Saldo setelah penutupan, yaitu. untuk mengecek 7.Menyesuaikan kembali rekening-rekening, yaitu membuat jurnal penyesuaian Neraca Saldo Neraca Saldo menjumlahkan seluruh transaksi yang terdapat pada deber dan kredit, pada bagian ini harus seimbang antara keduanya. Neraca Saldo terbagi atas dua, Neraca Saldo sebelum disesuaikan dan Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Penyesuaian ini agar dapat dijabarkan menurut tahap dalam siklus akuntansi. Penyesuaian dan Kertas Kerja Setiap perkiraan yang ada di laporan keuangan menunjukkan nilai yang seharusnya disusun ke dalam jurnal penyesuaian pada akhir tahun, fungsi dari jurnal ini adalah : 1. koreksi kesalahan 2. pemindahan 3. pencatatan yang masih harus diterima 4. pencatatan yang diterima lebih dahulu 5. pencatatan penyusutan 6. sebagai pencatatan pembukuan Laporan laba Rugi Bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan berdasarkan pada suatu periode akuntansi dari penjabaran unsur pendapatan dan biaya – biaya dalam perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba ataupun rugi. Neraca Bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Laporan Perubahan Keuangan Laporan yang menunjukkan perubahan untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab – sebab perubahan modal selama periode tertentu. • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan arus kas atau Laporan arus dana • Catatan dan laporan keuangan perusahaan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah laporan aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Bisa saja memanfaatkan jasa laporan keuangan (jasa analisa keuangan ) maupun akuntan publik. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. Selain itu juga biasanya laporan keuangan juga be analisais keuangan selama setahun. Sumber : http://nithnietha.wordpress.com/2011/10/30/akuntansi-perbankan/
Akuntansi Pemerintahan: Laporan Keuangan pemerintahan Salah satu tuntutan reformasi tahun 1998 adalah mengharuskan adanya reformasi di bidang keuangan pemerintahan. Reformasi bidang keuangan merupakan tuntutan publik agar pengelolaan keuangan pemerintah mengacu pada clean governance, transparan dan akuntabilitas publik yang bisa di pertanggungjawabkan, sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pemerintahan yang sesuai dengan standart akuntansi pemerintahan yang berlaku umum. Sejalan dengan reformasi keuangan pemerintahan, pada tahun 2005 telah diterbitkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) melalui PP. No. 24 tahun 2005, yang merupakan SAP pertama yang di miliki oleh Pemerintah Indonesia. Kedudukan Standart Akuntansi Pemerintahan (SAP) Kedudukan SAP dalam Sistem Akuntansi Pemerintahan : 1. Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. 2. Sistem Akuntansi Pemerintahan adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah. 3. Pemerintah Pemerintahan pusat Maupun Daerah menyusun sistem akuntansi pemerintahan yang mengacu pada SAP. Entitas Pelaporan Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih unit pemerintahan yang secara ketentuan perundang-undangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan, adapun entitas pelaporan terdiri dari: 1. pemerintahan Pusat 2. pemerintahan Daerah 3. Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. Komponen laporan Keuangan Entitas Pelaporan yang secara peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk menyampaikan pertanggungjawab, harus menyusun laporan keuangan yang terdiri dari: 1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) 2. Neraca 3. Laporan Arus Kas (LAK) 4. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Disamping laporan keuangan pokok tersebut diatas entitas pelaporan diperkenankan juga untuk menyajikan Laboran Kinerja keuangan dan laboran Perubahan Ekuitas. Tujuan Pelaporan Keuangan Laporan Keuangan disusun untuk informasi keuangan yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan dalam satu periode waktu tertentu. laporan Keuangan digunakan untuk mebandingkan realisasi Pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. Peranan Pelaporan Keuangan Pemerintahan Entitas Pelaporan menyajikan Laporan Keuangan dalam satu periode pelaporan secara sitematis dan terstruktur, sebagai sarana untuk kepentingan: 1. Akuntabilitas untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan sumber daya dalam mencapai tujuan 2. Manajemen untuk memudahkan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas aset, kewajiban dan ekuitas dana pemerintah 3. Transparasi untuk memberikan informasi keuangan yang terbuka, jujur, menyeluruh kepada stakeholders 4. Keseimbangan antargenerasi untuk memberikan informasi mengenai kecukupan penerimaan pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran, dan apakah generasi y.a.d ikut menanggung beban pengeluaran tersebut Sumber : http://blog.stie-mce.ac.id/kadarusman/2011/09/20/akuntansi-pemerintahan-laporan-keuangan-pemerintahan/
RUANG LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI INFORMASI PENDAHULUAN Akuntansi Manajemen Adalah proses pengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi/keuangan, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi manajemen yang menggunakan informasi tersebut di mana titik sentralnya untuk pihak-pihak di dalam organisasi/perusahaan. Contoh : • Kalkulasi biaya produk. • Kalkulasi biaya suatu aktivitas. • Kalkulasi biaya suatu department. Sistem Pelaporan Dengan Umpan Balik = Umumnya Personil Non Akuntansi. = Umumnya Personil Akuntansi. = Pengawasan Bagian Akuntansi. Fungsi Akuntansi Dalam Organisasi Dipandang dari tugas, fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi dibagi dua kelompok, yaitu : 1. Fungsi Garis (Link Manager) Adalah para pejabat/pegawai atau bagian tertentu dalam suatu organisasi yang mempunyai tugas langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Contoh : Para manajemen lini seperti : • Manajer produksi Sedan. • Manajer Prtoduksi Motor • Manajer Produksi Bus 2. Fungsi Staf Adalah pegawai atau bagian yang mempunyai tugas tidak langsung dalam mencapai tujuan organisasi/perusahaan, lebih menekankan pemberian jasa konsultasi, pelayanan dan informasi kepada staf fungsi garis. Contoh : Eksekutif Yang Mengurus Hubungan Dengan Pemerintah Ruang Lingkup Manajemen 1. Organisasi dan Tujuan Organisasi Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan. Contoh :  Panitia 17 Agustus  Organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat  PT Indofood  Departemen Keuangan 2. Strategi Adalah pemilihan alternatif untuk mencapai tujuan bagi perusahaan. Satu set strategi yang perlu dijalankan bagi organisasi yang bertujuan mendapatkan laba, yaitu : a. Memilih produk/jasa apa yang hendak dijual. b. Bagaimana membuat produk/jasa. c. Bagaimana memasarkannya. 3. Struktur Organisasi Adalah gambar tentang kelompok-kelompok kerja atau tempat-tempat pimpinan. Serta penjelasan mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang. Fungsi Manajemen 1. Planning Adalah keputusan tentang apa yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan. 2. Coordinating Adalah koordinasi dalam melaksanakan planning/perencanaan yang telah ditetapkan, supaya bisa berjalan seperti yang diharapkan. 3. Directing Adalah pengawasan dari pelaksanaan planning pada saat planning tersebut dijalankan, di sini termasuk pengarahan dari orang-orang yang menjalankan planning tersebut 4. Controlling Adalah pengawasan dari hasil pelaksanaan planning yang biasanya dijalankan dengan membandingkan antara planning dengan pelaksanaan sesungguhnya. JENIS-JENIS INFORMASI AKUNTANSI SERTA PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Jenis-jenis Informasi Dalam Perusahaan Informasi Adalah hasil/output pengolahan data yang terorganisir dan berguna bagi orang yang menerimanya. Informasi dibutuhkan manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan Gambar jenis-jenis Informasi dalam Perusahaan Keterangan :  Informasi Kualitatif Contoh : Telah dibangun realestate disebelah selatan Jakarta  Informasi Kuantitatif Contoh :Telah dibangun 30.000 unit rumah di sebelah timur Jakarta  Informasi Akuntansi Contoh :Keuntungan Setelah Pajak PT Wanodya Rp.200 milyar  Informasi Non Akuntansi Contoh : 400 orang karyawan PT Tata keracunan makanan  Informasi Operasi Contoh : Jumlah Bahan baku yang digunakan 200 lembar Kayu Lapis  Informasi Laporan Keuangan Contoh : Neraca , Rugi Laba, Laporan Laba ditahan, Laporan ARus Kas dll.  Informasi Akuntansi Manajemen Contoh : Anggaran, Laporan Biaya Produksi, Laporan pendukung pemilihan alternatif. Jenis-jenis Informasi Akuntansi Untuk Manajemen 1. Akuntansi Biaya Penuh (Full Cost Accounting) Ialah jumlah seluruh biaya langsung yang berkenaan dengan item tersebut ditambah bagian yang layak dibebankan pada item tersebut dari biaya tidak langsung. Full Cost bisa berbentuk : : a. Biaya Produksi Berdasarkan Full Costing + Biaya Pemasaranl + Biaya Administrasi b. Biaya Produksi berdasarkan Variable Costing + Biaya Pemasaran Variabel + Biaya Administrasi Variabel + Biaya OHP Tetap + Biaya Pemasaran Tetap + Biaya Administrasi Tetap. c. Unit Level Activity Cost + Batch Level Activity Cost + Product Level Aktivity Cost + Facility Level Activity Cost 2. Akuntansi Biaya Diferensial (Differensial Accounting) Ialah informasi keuangan yang akan digunakan dalam membantu untuk menentukan alternatif mana yang dipilih, dimana biaya-biaya yang berbeda antara satu set kondisi/alternatif yang satu dengan kondisi yang lain dan merupakan biaya yang akan datang Contoh : • Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan membeli atau membuat • Informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan menjual atau memproses lebih lanjut 3. Akuntansi Pertanggung jawaban (Responsibility Accounting) Ialah informasi keuangan dengan tujuan untuk pengendalian biaya, dimana setiap pusat pertanggungjawaban yang dipimpin seorang manajer (pimpinan) bertanggung jawab atas pelaksanaan perencanaan yang telah dibuat. Contoh : • Informasi menganai jumlah biay yang telah dikeluarkan dari suatu departemen/Divisi • Informasi mengani Kentungan yang diperoleh Kantor Cabang di Jakarta Perbedaan Akuntansi Manajemen Dengan Akuntansi Keuangan 1. Tidak mempunyai struktur (Formula) tunggal. 2. Tidak diatur oleh prinsip akuntansi yang diterima umum 3. Lebih bebas penyajiannya 4. Termasuk informasi non keuangan. 5. Lebih ditekankan untuk masa yang akan datang. 6. Memperhatikan bagian-bagian lebih penting dari keseluruhan. 7. Kurang menekankan pada kepastian. 8. Bukan penilaian terakhir. : Jenis-jenis Laporan Akuntansi 1. Laporan untuk manajemen. 2. Laporan untuk perhitungan pajak. 3. Laporan Khusus 4. Laporan keuangan yang diaudit. Sumber ; http://repository.binus.ac.id
Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang dan Jasa Secara umum pengertian siklus akuntansi adalah proses penyediaan informasi keuangan yang meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan tahap penyusunan laporan keuangan berdasarkan tahapan-tahapan penyusunan laporan keuangan. Laporan keungan adalah sebuah bentuk penyampaian informasi keuangan kepada pemakai informasi dalam bentuk debit dan kredit agar mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan Dalam ilmu akuntansi, secara garis besar siklus akuntansi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Siklus akuntansi perusahaan jasa dan siklus akuntansi perusahaan dagang. Terdapat perbedaan cukup signifikan antara kedua siklus akuntansi tersebut. Untuk memahami lebih lanjut tentang perbedaan bentuk siklus akuntansi perusahaan dagang dengan siklus akuntansi perusahaan jasa, dapat dilihat pada informasi berikut: Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Secara umum bentuk siklus akuntansi perusahaan jasa meliputi: 1. Pembuatan bukti transaksi 2. Membuat jurnal/buku harian atas transaksi yang terjadi sesuai berdasarkan tanggal transaksi 3. Pemindahbukuan dari jurnal ke buku besar (pembuatan buku besar) 4. Membuat ayat jurnal penyesuaian 5. Pembuatan kertas kerja 6. Menyusun laporan keungan 7. Membuat jurnal penutup 8. Penutupan buku besar 9. Neraca sisa/saldo setelah penutupan 10. Membuat jurnal pembalik Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Secara umum bentuk siklus akuntansi perusahaan dagang adalah sebagai berikut: 1. Tahap Pencatatan 1.1 Transaksi/Bukti transaksi 1.2 Mencatat transaksi ke dalam: - Jurnal Umum - Jurnal Khusus 1. Jurnal penerimaan kas 2. Jurnal pengeluaran kas 3. Jurnal pembelian 4. Jurnal Penjualan - Buku Besar Pembantu 1. Piutang usaha 2. Hutang usaha 3. Persediaan 1.3 Pemindahbukuan ke Buku Besar 2. Tahap Pengiktisaran 2.1 Membuat Neraca Sisa 2.2 Membuat Jurnal Penyesuaian 2.3 Membuat Kertas Kerja 3. Tahap Pelaporan 3.1 Perhitungan rugi laba 3.2 Perubahan ekuitas 3.3 Neraca 2.4 Jurnal penutup 2.4 Menutup buku besar 2.6 Neraca saldo setelah penutupan 2.7 Jurnal Pembalik Setelah mengetahui perbedaan siklus akuntansi perusahaan barang dan siklus akuntansi perusahaan jasa, ketahui pula beberapa pengertian akuntansi dari beberapa ahli yang menjadi rujukan defenisi akuntansi internasional Sumber ; http://ulatmedia.blogspot.com/2012/06/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang-dan.html
HUTANG JANGKA PENDEK ( HUTANG LANCAR ) PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK HUTANG 1. Untuk dapat dikatakan hutang, kriteria yang harus dipenuhi: 2. Kewajiban itu ada dan merupakan transaksi di masa lalu 3. Ada kewajiban untuk menyertakan aktiva yang dapat diterima oleh yang bersangkutan di masa yang akan datang 4. Kewajiban itu dapat diukur / dinyatakan dalam satuan mata uang dengan jumlah yang pasti atau dapat ditaksir jumlahnya 5. Kreditur dan tanggal jatuh tempo dapat diketahui atau ditentukan 6. Tidak ada hak untuk membatalkan atau melepaskan diri dari hutang tersebut HUTANG LANCAR Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru Penggolongan utang lancar : a) Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti b) Hutang yang jumlahnya ditaksir c) Hutang bersyarat A. HUTANG YANG JUMLAHNYA DAPAT DITENTUKAN SECARA PASTI Meliputi semua kewajiban untuk membayar yang jumlah dan tanggal jatuh tempo sudaj pasti. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Hutang Dagang Yaitu hutang yang timbul dari kegiatan ekonomi perusahaan yang berulang-ulang. Hutang dagang terjadi karena perbedaan waktu yang timbul antara penyerahan barang dan jasa dengan pembayarannya(disebut dengan jangka waktu kredit) yang biasanya dinyatakan dengan syarat pembayaran seperti 2/10, n/30. Pada dasarnya hutang dicatat pada saat terjadi penyerahan hak milik dari penjual kepada pembeli. Tetapi dalam praktek, hutang dicatat pada saat faktur diterima atau barang-barang diserahkan dengan alasan kepraktisan. Wesel Bayar Adalah hutang yang didukung dengan surat pengakuan hutang atau surat pernyataan kesanggupan membayar. Yang termasuk dalam hutang wesel : a) Wesel yang dibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan Adakalanya pemasok menghendaki adanya janji tertulis atas timbulnya utang, sehingga perlu diterbitkan wesel. Jika terdapat bunga yang harus diperhitungkan, pencatatan harus dipisahkan antara wesel bayar sebagai utang dan unsur bunga sebagai biaya. b) Pinjaman yang disertai wesel Adalah hutang yang timbul dari transaksi pinjaman antara perusahaan dengan bank atau lembaga-lembaga keuangan non bank. Jika dalam pinjaman ini terdapat bunga, maka pencatatan bunga juga harus dipisahkan dari pinjamannya. c) Hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo Hutang wesel jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal neraca harus disajikan sebagai hutang lancar. Bila hanya sebagian hutang wesel jangka panjang saja yang jatuh tempo, maka sebesar bagian hutang tersebut harus dilaporkan sebagai hutang lancar dan sebagian lain yang belum jatuh tempo tetap disajikan dalam hutang wesel jangka panjang. Hutang Deviden Hutang deviden adalah jumlah uang yang harus dibayar perusahaan kepada pemegang saham akibat adanya pengumuman pembagian deviden. Pada umumnya, pembayaran atas deviden yang telah diumumkan akan dilakukan segera setelah tanggal pengumumannya. Oleh karena itu, hutang deviden termasuk dalam hutang lancar. Uang Muka dan Jaminan yang dapat diminta kembali Uang muka (Down Payment) disini merupakan pembayaran dimuka untuk barang-barang yang dipesan. Sebelum barang yang dipesan diserahkan kepada pembeli, uang muka tersebut merupakan hutang jangka pendek. Jaminan yang diminta dari pelanggan/konsumen juga merupakan hutang jangka pendek karena dapat ditarik sewaktu-waktu. Pungutan dan Pengumpulan dana untuk Pihak Lain Perusahaan biasanya ditunjuk sebagai wajib pungut atas pajak yang merupakan kewajiban bagi karyawan dan langganan kepada pihak ketiga (kantor pajak). Dana tersebut pada akhirnya harus diserahkan ke kantor pajak sehingga dana yang belum disetorkan diklasifikasikan sebagai hutang lancar. Hutang Biaya (Biaya yang masih harus dibayar) Adalah keharusan untuk mengakui adanya biaya-biaya yang manfaatnya sudah dinikmati dalam suatu periode, meskipun biaya tersebut belum dibayar. Penyajian hutang biaya dalam neraca disajikan dalam rekening biaya yang masih harus dibayar. Meskipun demikian, rekening-rekening pembukuan untuk biaya-biaya yang masih terhutang Hutang Gaji dan Upah, Hutang Sewa, Hutang Pajak tetap diselenggarakan. Pendapatan diterima Dimuka Adalah penghasilan dari penjualan barang atau penyerahan jasa yang diterimanya telah terjadi dimuka sebelum transaksi penjualan atau penyerahan jasa berlangsung. Contoh : uang muka yang diterima untuk langganan majalah / surat kabar. Hutang Bonus (Untuk Karyawan) Bonus yang diberikan kepada karyawan biasanya didasarkan atas gaji dan upah pokok. Adakalanya bonus yang diberikan kepada karyawan didasarkan atas laba yang diperoleh perusahaan. Perhitungan bisa dilakukan dengan cara : a) Laba sebelum pajak dan bonus b) Laba sesudah bonus tapi sebelum pajak c) Laba bersih setelah bonus dan pajak Hutang Gaji dan Upah Jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah. Jurnal untuk mencatat utang gaji dan upah : Gaji dan Upah xxx Utang Gaji dan Upah xxx B. HUTANG YANG JUMLAHNYA DITAKSIR Ada beberapa jenis hutang yang jumlahnya secara pasti tidak bisa ditentukan, meskipun peristiwa atau transaksi yang menyebabkan timbulnya hutang sudah terjadi. Contoh : hutang garansi, hadiah yang diberikan atas produk yang dijual. Meskipun harian dari garansi belum dapat dipastikan dalam jumlah maupun tanggalnya, tetapi adanya kewajiban bagi perusahaan sudah jelas dan pasti, oleh karena itu harus diakui dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Hutang Pajak Penghasilan Penaksiran pajak penghasilan biasanya dihitung berdasarkan laba yang diperoleh pada tahun yang bersangkutan dikalikan dengan rtariff pajak. Jurnal pencatatan : Pajak Penghasilan xxx Hutang Pajak Penghasilan xxx Hutang Hadiah yang Beredar Perusahaan kadang-kadang menawarkan hadian untuk penjualan produk-produk tertentu. Hadiah bisa diberikan secara langsung atau terbatas pada pembeli yang menyerahkan kupon. Hadiah ini merupakan biaya untuk periode dimana penjualan barang-barang tersebut terjadi. Kupon hadiah yang masih dalam peredaran merupakan hutang yang harus dicatat pada saat transaksi penjualan dan dicatat sebagai berikut : Hutang Garansi atas Produk yang Dijual Garansi merupakan jaminan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli untuk memperbaiki/melengkapi kekurangan akan kuantitas, kualitas dari produk yang dijual. Garansi biasanya diberikan dalam bentuk : a) Perawatan gratis b) Penggantian kompoen atau bagian produk yang rusak c) Pengembalian uang atas harga yang dibayar pembeli C. HUTANG BERSYARAT Adalah kewajiban-kewajiban yang kepastian akan jumlah atau pihak kepada siapa kewajiban itu harus dibayar atau tanggal jatuh tempo pembayaran atau eksistensinya tergantung pada terjadi atau tidaknya salah satu atau lebih peristiwa yang akan datang. Sebenarnya, hutang bersyarat bukan merupakan hutang yang sah pada tanggal neraca sehingga dari segi akuntansi hutang bersyarat bukan merupakan hutang yang sesungguhnya dan tidak seharusnya dilaporkan dalam laporan keuangan. Namun sebagai kewajiban yang kemingkinan akan terjadi hutang bersyarat disajikan dalam catatan, footnote dalam neraca, contoh hutang bersyarat : a) Piutang Dagang yang digadaikan b) Piutang wesel yang didiskontokan c) Endosement atas wesel d) Adanya sengketa hukum e) Adanya kemungkinan, perusahaan diwajibkan untuk menyetor tambahan atas beban pajak atau denda f) Adanya keterikatan dengan kontrak/perjanjian g) Pembelian aktiva tetap dan atau pembangunan aktiva tetap berdasarkan kontrak Sumber : http://asepnurrafiq.blogspot.com/2008/11/hutang-jangka-pendek-hutang-lancar.html
Loan to Deposit Ratio (LDR) LDR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. LDR adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwasuatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan (Latumaerissa,1999:23). LDR disebut juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit. Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank, oleh karena itu sumber pendapatan utama bank berasal dari kegiatan ini. Semakin besarnya penyaluran dana dalam bentuk kredit dibandingkan dengan deposit atau simpanan masyarakat pada suatu bank membawa konsekuensi semakin besarnya risiko yang harus ditanggung oleh bank yang bersangkutan. Menurut Mulyono (1995:101), rasio LDR merupakan rasio perbandingan antara jumlah dana yang disalurkan ke masyarakat (kredit) dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Rasio ini menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah pula kemampuan likuiditas bank (Dendawijaya, 2000:118). Sebagian praktisi perbankan menyepakati bahwa batas aman dari LDR suatu bank adalah sekitar 85%. Namun batas toleransi berkisar antara 85%-100% atau menurut Kasmir (2003:272), batas aman untuk LDR menurut peraturan pemerintah adalah maksimum 110 %. Tujuan penting dari perhitungan LDR adalah untuk mengetahui serta menilai sampai berapa jauh bank memiliki kondisi sehat dalam menjalankan operasiatau kegiatan usahanya. Dengan kata lain LDR digunakan sebagai suatu indikator untuk mengetahui tingkat kerawanan suatu bank. Penyebab LDR Rendah Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perbankan nasional pernah mengalami kemerosotan jumlah kredit karena diserahkan ke BPPN untuk ditukar dengan obligasi rekapitalisasi. Begitu besarnya nilai kredit yang keluar dari sistem perbankan di satu sisi dan semakin meningkatnya jumlah DPK yang masuk ke perbankan, maka upaya ekspansi kredit yang dilakukan perbankan selama sepuluh tahun terakhir sepertinya belum berhasil mengangkat angka LDR secara signifikan. Fungsi LDR Telah dijelaskan sebelumnya bahwa LDR pada saat ini berfungsi sebagai indikator intermediasi perbankan. Begitu pentingnya arti LDR bagi perbankan maka angka LDR pada saat ini telah dijadikan persyaratan antara lain : 1). Sebagai salah satu indikator penilaian tingkat kesehatan bank. 2). Sebagai salah satu indikator kriteria penilaian Bank Jangkar (LDR minimum 50%), 3). Sebagai faktor penentu besar-kecilnya GWM (Giro Wajib Minimum) sebuah bank. 4). Sebagai salah satu persyaratan pemberian keringanan pajak bagi bank yang akan merger. Begitu pentingnya arti angka LDR, maka pemberlakuannya pada seluruh bank sedapat mungkin diseragamkan. Maksudnya, jangan sampai ada pengecualian perhitungan LDR di antara perbankan. SUMBER : http://azurazhea.blogspot.com/2011/05/loan-to-deposit-ratio-ldr.html
Net Interest Margin (NIM) marjin bunga bersih (NIM) adalah ukuran perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya, deposito), relatif terhadap jumlah mereka (bunga produktif ) aset. Hal ini mirip dengan margin kotor perusahaan non-finansial. Hal ini biasanya dinyatakan sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva). margin bunga bersih mirip dalam konsep untuk menyebarkan bunga bersih , namun penyebaran bunga bersih adalah selisih rata-rata nominal antara pinjaman dan suku bunga pinjaman, tanpa kompensasi untuk kenyataan bahwa aktiva produktif dan dana yang dipinjam dapat menjadi alat yang berbeda dan berbeda dalam volume. Margin bunga bersih sehingga dapat lebih tinggi (atau kadang-kadang lebih rendah) daripada penyebaran bunga bersih. Perhitungan NIM dihitung sebagai persentase dari aset dikenakan bunga. Sebagai contoh, rata-rata pinjaman bank untuk nasabah adalah $ 100,00 dalam setahun sementara itu memperoleh pendapatan bunga sebesar $ 6,00 dan bunga yang dibayar sebesar $ 3,00. NIM kemudian dihitung sebagai ($ 6,00 – $ 3,00) / $ 100,00 = 3%. Pendapatan bunga bersih sama dengan bunga yang diperoleh dikurangi bunga yang dibayarkan kepada pelanggan. Sumber : http://azurazhea.blogspot.com/2011/05/net-interest-margin-nim.html